Sabtu, 20 Juni 2015

Mungkin dengan tulisan ini sedikit mengobati

Saya adalah anak laki-laki yang dulunya suka berorganisasi, dikenal banyak orang, aktif dalam acara apapun, dan berprestasi telah berubah hidupnya 180' karna mencintai seorang wanita terlalu dalam.
Awal kisah saya berpacaran dengan seorang wanita, yang saya anggap sebagai pacar terakhir saya. Karna saking cintanya saya dengan dia, saya perlahan lahan meninggalkan teman2 saya, saya meninggalkan organisasi saya, saya cuma ingin ada untuk dia, di waktu apapun dan dimanapun.
Balik lagi kebulan pertama pacaran, pada saat liburan, saya dan pasangan saya balik ke daerah asal masing masing. Pada suatu hari saya di ajak oleh teman SMA saya untuk buka bersama. Dan sayapun ikut. Pada saat buka bersama, saya bertemu dengan mantan saya. Dan saya foto berdua dengannya. Cuma foto berdua. Kebodohan saya, foto tersebut saya upload di instagram, karna saya ini cepet cepet wisuda seperti mantan saya itu. Setelah saya balik lagi ke jakarta, pacar saya tanya, siapa orang yg difoto tersebut, dia curiga kalo itu adalah mantan saya, karna saya tidak mau ada kebohongan, saya pun berkata jujur kalo dia mantan saya, dia pun marah. Semenjak saat itu saya mencoba tiap hari untuk minta maaf kepada dia, saya coba untuk menyenangkan hatinya, saya buat banner bertuliskan saya minta maaf kepadanya dan saya gantung di pintu kosan dia. Akhirnya pun dia memaafkan.
Tapi semenjak saat itu disaat dia ingin marah kepada saya, dia selalu membahas masalah foto tersebut, saya pun kembali mencoba minta maaf kepada dia, dan selama sepuluh bulan selanjutnya, saya terus dihakimi dengan masalah tersebut, dan saya tidak kuat di judge terus terusan dengan masalah yang sama. Dan pada suatu hari, saya sedang berdua dengan dia, saya pun mengupload foto ke instagram, foto saya sendiri, dan dia komentar negatif di foto saya, saya pun meminta izin untuk menghapus komentar tersebut, tetapi dia malah mengungkit masalah foto yang pernah saya upload tersebut. Saya menjadi sedih, dan tidak bisa berkata apa apa lagi. Akhirnya saya cuma bisa pergi dari dia.
Pada saat saya sudah dikosan, saya melihat personal message dia "don't ever comeback" saya pun menjadi tambah sedih. Saya merasa kesalahan saya yang dimasa lalu itu sudah saya tebus dengan menjadi orang nomor 1 untuk dia, tapi dia merasa itu belum cukup. Dan akhirnya saya bertanya kepada dia " jika memang tidak ada maaf yang tulus dari kamu kepada ku, apa dengan mengakhirinya akan lebih baik?" dan akhirnya dia memilih untuk mengakhiri hubungan itu.
Setalah saya putus dengan dia, saya menjadi orang yang tidak tau arah, saya tidak tau harus berbuat apa, teman tidak punya, orang yg bisa diajak untuk berbicara pun tidak punya, kembali ke organisasi pun malu karna sudah tidak pernah datang lagi, kembali ke teman2 yang lama pun sudah tidak bisa karna tidak pernah gabung lagi. Sekarang saya cuma seorang diri disini, tidak punya siapapun. Tidak tau mau apa, dan tidak bisa berbuat apa apa.